Ya Allah ijinkan aku selalu merawatnya

Febrianti Almeera

Anakku…
ketika aku semakin tua,
aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku.
Jika suatu ketika aku memecahkan piring,
atau menumpahkan sup diatas meja karena penglihatanku berkurang,
aku harap kamu tidak memarahiku,
karena aku selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.
Ketika pendengaranku semakin memburuk,
dan aku tidak bisa mendengar apa ayang kamu katakan,
aku harap kamu tidak memanggilku “Tuli!”
mohon dengan sabar ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya untukku.
Maaf, anakku… aku semakin tua.
Ketika lututku mulai lemah,
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun,
seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan
aku mohon, jangan bosan denganku.
Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan,
seperti kaset rusak,
aku harap kamu terus mendengarkan aku.
Tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku.
Sebab apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil,
dan kamu ingin sebuah balon?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang,
sampai kamu mendapatkan…

View original post 239 more words

Boleh Comment Kok :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s